Penting bagi Plt Gubernur sekarang ini untuk bisa memikirkan siapa pendampingnya jika pelantikannya sebagai Gubernur pengganti Prof N.A dalam waktu dekat akan dilakukan. Wakil Gubernur nantinya ini bukan saja mengenai perwujudan dan representasi keterwakilan Parpol pengusung, namun lebih dari itu, Gubernur butuh pendamping yang handal dan kuat dalam Ide, jaringan dan kemampuan leadhership dalam mencari solusi bagi kompleksitas persoalan sosial kemasyarakatan di Sulsel, mulai dari bergelut dengan wabah Covid-19 yang belum jelas kapan berhentinya, hingga tingginya tensi politik jelang pemilihan serentak di 2024.

Tak ada alasan untuk tidak segera memikirkan pasangan pendampingnya. Meskipun tak semudah membalikkan telapak tangan oleh karena dinamika politik dan intrik dibalik proses ini sudah terprediksi bagaimana ketatnya saat penjaringan berlangsung . Hal ini tak boleh berlarut-larut, Sebab masyarakat kita justru bisa berprasangka bahwa ada kesan menghilangkan pengganti wakil Gubernur dan akan ada yang menjadi One Man Show, semacam pemain tunggal agar peluang penantang diposisi strategis berkurang.
Jikalaupun sudah terpilih siapa calon Wakil Gubernur pengganti, Kita perlu optimis, tapi juga mungkin tak salah, jika kita kurangi banyaknya harapan pada situasi yang paling sulit ditemui pada pasangan pemenang Pilkada ataupun Pilgub pasca dilantik, yakni suasana harmonis dalam menjalankan roda pemerintahan, dimana harmonisasi Gubernur dan Wakil Gubernur seringkali buyar ditengah jalan oleh karena hasrat maju kembali selalu mendahului dibanding melaksanakan amanah kepemimpinan diantaranya pembangunan disegala sektor dibawah kepemimpinannya menjadi hal yang utama dan wajib untuk segera direalisasikan.

Artikel ini juga telah tayang sebelumnya di
https://makassar.tribunnews.com/2022/03/03/mengulas-seberapa-pentingnya-sosok-wagub-sulsel-jangan-sampai-ada-kesan-one-man-show

By Anshar Aminullah

Lecturer Indonesia Timur University, Senior Researcher, Analyst Politic, Sociologist