Rencana kebijakan pemerintah dengan memutuskan dan mengalihkan listrik kapasitas 450 VA ke 900 VA, dan begitu pula yang dari 900 VA beralih ke 1200 VA sisa menunggu waktu saja. Ini akan sangat terasa dampaknya bagi masyarakat kita dengan posisi perekonomian di kategori miskin. Mau tak mau dan suka ataupun tidak, mereka akan dipaksa memutar otak untuk mencari mata pencaharian tambahan. Dan ujian tambahannya adalah bahwa kondisi ini juga hadir tepat disaat lapangan pekerjaan menjadi hal yang tidak mudah untuk didapatkan.

Bukan hal yang mudah mengubah pandangan masyarakat kita mengenai apa dan bagaimana orientasi pemerintah atas peralihan kapasitas meteran listrik ini. Dan berpeluang besar akan banyak yang melakukan interpretasi rasional melihat tindakan atau kebijakan ini yakni sesuatu yang baik namun kurang tepat untuk saat ini.

Kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu juga masih belum selesai polemiknya di kalangan aktivis berstatus mahasiswa, dan akan menyusul lagi kebijakan terhadap listrik dalam waktu dekat. Dan tentunya , gejolak dan gelombang protes besar bisa saja muncul. Kita tentu berharap bahwa kebijakan ini tetap menghadirkan kondisi hubungan yang stabil antara pemerintah dan rakyat, terutama soal kepercayaan penuh dari semua lapisan masyarakat, bahwa kondisi ekonomi kita akan bisa lebih baik dengan kebijakan ini, yang oleh pemerintah dan Wakil rakyat kita telah disepakati.

By Anshar Aminullah

Lecturer Indonesia Timur University, Senior Researcher, Analyst Politic, Sociologist