Kasus Leon ini cukup menarik perhatian publik. Kurang lebih 35 tahun setelah sang ibu terkenal dengan cerita lewat lagu curahan hati yang luka karena kekerasan pasangan lewat hitsnya, rupanya sang anak yang kemudian menjadi pelaku dalam sebuah kisah nyata kekerasan terhadap sang pacar yang berujung pada proses hukum yang kemungkinan akan menyulitkan anak sulung Betharia Sonata – Wily Dozan ini.

Perkembangan mental generasi muda kita saat ini memang cenderung gampang mengalami gangguan. Pola konsumsi informasi di layar handphone sepertinya turut andil dalam permasalahan ini.
Pola pergaulan bebas yg mendapat ruang lebih dalam masyarakat kita akhir-akhir ini oleh karena istilah pacaran sudah tidak lagi menjadi hal tabu untuk disebut. Bahkan tak jarang ada pasangan yang tidak malu-malu lagi bercerita aktivitas seks pra nikah mereka di media sosial. Meskipun kita punya indikator sederhana bagaimana dua orang yang menjalin kasih itu sudah cukup jauh dalam hubungan pacarannya, yah ketika dia sudah berani melakukan kekerasan fisik, apa haknya dia coba ke wanita itu sehingga berani melakukan kekerasan.

Di era sekarang ini, para orang tua cenderung memberikan ruang bebas dalam menentukan sikap dan perilaku anak remajanya dengan tidak memberikan ketegasan dalam mendidik. Sehingga remaja ini bisa semau gue dalam balas bertindak. Jika sedari dini diberikan ketegasan agar menghormati orang lain dgn tdk berlaku kasar, saya kira ini akan menjadi pegangan nilai hingga dewasa. 21 tahun perceraian mba Betharia dengan mas Willy Dozan ini memang cukup berpengaruh ke mentalitas anak mereka. Mungkin banyak yang menyebut bahwa perilaku ini efek broken home, dan bisa jadi itu ada benarnya.

Sebagai solusi sederhana, yakni Masjid, dimana tempat ibadah ini sekarang menjadi tempat yang cukup sulit didatangi oleh tidak sedikit anak muda kita. Padahal 5 waktu ini setidaknya bisa jadi tamen dan alat kontrol dalam bertindak dan berkelakuan tak terpuji bagi teman dalam pergaulan khususnya yang beda jenis kelamin.

Note : Catatan di atas sebelumnya menjadi bahan wawancara Radio Venus FM, 12 Desember 2023

By Anshar Aminullah

Lecturer Indonesia Timur University, Senior Researcher, Analyst Politic, Sociologist