Hari ini menjadi hari terakhir di tahun 2022. Berbagai cerita, peristiwa serta sederet fenomena sosial yang terjadi di rentang tahun 2022, hadir mewarnai perjalanan bangsa. Khususnya para netizen kita di Indonesia. Mulai dari trending Tagar #gaymakassar di awal tahun, trending topic yang cukup mendapat reaksi negatif dari masyarakat khususnya pada gerakan kaum LGBT di Indonesia. Lalu munculnya analogi suara TOA di masjid dengan lolongan anjing oleh salah orang pejabat tinggi di negeri ini, sebuah analogi yang masih membuat banyak pihak dan tokoh agama ikut meradang. Kenaikan BBM yang mendapatkan respons yang cukup kuat khususnya pada penolakan kenaikannya. Kelangkaan solar dan minyak goreng yang tidak berbeda jauh jarak waktunya dengan viralnya mba Rara, lewat aksinya sebagai pawang hujan di pagelaran motoGP di sirkuit Mandalika. Persoalan pembunuhan yang dilatarbelakangi cemburu, mulai dari yang dilakukan oleh IA mantan Kasatpol PP yang beberapa hari lalu beliau telah menutup usia , hingga pembunuhan yang konon dengan latar belakang cemburu dan amarah tak terkendali FS beserta beberapa orang menghabisi Brigadir J. Kasus yang hingga saat ini masih menyerap emosi khalayak dalam setiap proses persidangan di Televisi. Fashion Week di CFW mendadak menjadi trend dan viral dalam beberapa minggu, yang pada akhirnya menjadikan Bonge, Roy, Ale, Kurma dan Jeje sebagai bintangnya. Kasus video porno Kebaya merah dan warna-warna lain yang belakangan menyusul dengan adegan tak senonoh, di mana ini mengindikasikan ada kondisi darurat pornografi, yang mestinya menjadi alarm keras buat para orang tua agar lebih bijak dalam mendidik anak-anak mereka.

Di penghujung 2022, piala dunia menjadi momen indah bagi Argentina dan Messi-nya. Mereka menjadi juara setelah menaklukkan Perancis lewat adu penalti sekaligus klimaks Argentina mengakhiri penantian panjang mereka selama 36 tahun.
Rentetan peristiwa di atas, pada akhirnya menghadirkan berbagai pilihan atau bagaimana merespons kejadian yang telah berlalu tersebut. Pilihan paling bijak salah satunya adalah, belajar banyak dan mengambil hikmah dalam setiap peristiwa di atas. Ini bukanlah catatan si Boy, namun perlu kita catat sebuah hal penting, bahwa dari berbagai fenomena di atas, menandakan bahwa kemajuan teknologi telah membawa perubahan drastis dalam kehidupan sosial kemasyarakatan kita. Moral generasi makin menipis karena terkikis. Para penegak hukum kita juga mesti harus berbenah dengan berbagai kasus yang menerpa tubuh kepolisian RI. Dan pada akhirnya, kesimpulan awal kita, bahwa media sosial serta kemajuan teknologi Informasi lainnya menjadi penyumbang terbesar lahirnya fenomena-fenomena di atas, sehingga mendapat respon luas di berbagai kalangan. Di tahun 2023 ke depan, tentunya kita berharap bangsa kita semakin baik dan tetap bisa bersiap menghadapi kemungkinan krisis global yang telah banyak diprediksi kehadirannya di tahun 2023. Kata Stephen Hawking “Kecerdasan adalah kemampuan beradaptasi terhadap perubahan”, dan tak salah jika dari berbagai pelajaran hidup sepanjang 2022 dikorelasikan dengan pesan bijak Socrates, bahwa “Rahasia perubahan adalah memusatkan semua energi anda, bukan untuk melawan yang lama, tetapi untuk membangun yang baru.”. Selamat Tahun Baru 2023.

Baca berita ‘Mengambil Hikmah (Bukan Catatan Si Boy)’ selengkapnya https://herald.id/2022/12/31/mengambil-hikmah-bukan-catatan-si-boy/

By Anshar Aminullah

Lecturer Indonesia Timur University, Senior Researcher, Analyst Politic, Sociologist