Ini tentu menjadi hal yang tak kita inginkan ketika harus menimpa kampus di wilayah LLDikti IX. Sebab akan bisa berdampak pada tingkat kepercayaan calon-calon mahasiswa kedepannya untuk menimba ilmu di kampus yang bersangkutan dalam jangka panjang . Temuan kejadian seperti ini tentu bijaknya agar menjadi pengingat bagi kampus lainnya agar tetap on the track dalam menyukseskan program menteri pendidikan kita Mas Nadiem yang selalu berorientasi menghadirkan kebijakan pendidikan yang unggul dan berkemajuan. Saya percaya dan yakin bahwa kampus-kampus ini sesungguhnya mampu mendayagunakan setiap sumberdaya secara optimal dalam melakukan pembenahan atas beberapa temuan di atas. Namun mungkin mereka terlena dan lalai untuk segera memperbaiki persoalan internal mereka sebelum menghadapi ancaman sanksi seperti ini.
Semoga upaya berbenah tetap intens dilakukan agar kampus-kampus yang mengalami beberapa permasalahan yang mirip di atas agar bisa kembali diperbaiki sehingga mampu berjalan normal kembali. Dan yang lebih utama lagi adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan output sarjana berkualitas tetap bisa mereka wujudkan tentunya dengan catatan saat mereka mampu berbenah secara maksimal.

Pendapat ini telah diterbitkan sebelumnya di

https://makassar.tribunnews.com/2023/09/18/kampus-swasta-di-makassar-tutup-pasca-disanksi-kemendikbud-mahasiswa-ui-dukung-kebijakan-nadiem

By Anshar Aminullah

Lecturer Indonesia Timur University, Senior Researcher, Analyst Politic, Sociologist