Anshar Aminullah

Publik digemparkan dengan fakta terbaru dari kasus pembunuhan NS. Atasan sekaligus orang yang telah berbaik hati memasukkan dia menjadi Honorer di Dinas Perhubungan lingkup Pemkot Makassar, menjadi otak utama dibalik kematiannya.
Ironi memang. Hubungan cinta segitiga yang mestinya bisa dibicarakan empat mata agar berakhir baik-baik antara NS dan AI, endingnya terpaksa berakhir tragis. Tapi yang namanya cinta dan cemburu yah bawaannya memang lebih sering buta. Kata Tiffany _If love is blind, I’ll find my way with you, ‘Cause I can’t see myself I’m not in love with you, If love is blind, I’ll find my way with you._
cinta itu memang buta. Dan IA mungkin sudah menegaskan ke R bahwa “aku akan menemukan jalanku bersamamu, Karena aku tidak bisa melihat diriku sendiri, Aku tidak jatuh cinta padamu, Jika cinta itu buta
aku akan menemukan jalanku bersamamu.
Penggalan kalimat kurang lebih arti dari lagu Love Is Blind ini. Bahwa kebutaan pada cinta itu juga akan memaksakan orang untuk menemui jalannya, walau itu bernama gelap mata karena dibakar api cemburu.

Masyarakat kita ini beda dengan orang barat. Disana mereka memainkan lakon-lakon cinta modern yang fatal, menembus batas pagar hasrat yang terlarang. Lakon cinta di ketiga person ini memang masih terkesan tradisional romantik, aktivitas selingkuh tipis-tipis dimana ending ceritanya berakhir tragis. IA ini mengingatkan kita pada kisah yang dituliskan Honore Balzac. Sebuah novel berjudul Last Ilusion, dimana tokohnya adalah Vautrin sebagai sosok iblis yang jatuh hati pada dua orang wanita, Lucien de Rubenpre dan seorang janda bernama Esther. Kisah ini punya kemiripan dengan IA yang cinta mati pada R dimana dia berani mentransformasikan cinta dengan sisi kehidupan bebas yang menembus batas moral kemanusiaan serta menanam kejahatan demi kejahatan yang berbuah tragedi.

Lupakan tragedi ini, Hargai Perasan Bu Lurah

Saya kaget dengan sebuah pemberitaan di sebuah media online dengan judul yang cukup vulgar, dimana dia menuliskan soal ‘nakal di kelamin’ sang suami. Beberapa teman pun bereaksi negatif dengan judul itu. Praktis kehilangan sensitivitas humanis atas apa yang dialami sang istri, bu Lurah di salah satu Kelurahan di Kota Makassar. Wanita ini adalah salah satu dari 3 wanita yang tersakiti dalam kisah tragis ini. Kita tak mesti mengkomparasikan efek yang dialami oleh ketiganya, sangat tak bijak. Bu Lurah ini sudah bisa kita prediksi mengalami syok yang luar biasa. Kemungkinan Kehilangan sementara suami yang akan menghuni bui, atau bahkan berpotensi berpisah selamanya oleh karena hukuman mati menjadi salah satu ancaman bagi kasus pembunuhan berencana ini. Kedua, Ibu Lurah sudah pasti mengalami kehancuran perasaan. Sebuah cinta yang dirajut dengan sang suami selama berpuluh-puluh tahun, yang kemudian terganggu oleh karena suami larut dalam sebuah penghianatan cinta. Penderitaan ibu Lurah ini bermula saat dia menemukan bidang gelap mata batin sang suami yang muncul oleh karena sang R mungkin mampu memperlihatkan struktur wajah sosok wanita yang hadir dalam mimpi-mimpinya selama ini. Sementara Bu lurah di mata sang suami barangkali sudah terlihat sebuah struktur wajah yang menggabungkan pola kebosanan dan warna-warna buram sisa-sisa keindahan masa lalu.
Bisa kita bayangkan bagaimana keluarga ibu Lurah ini. Orang-orang yang berada dalam suasana riang karena ramadhan masih mereka dapati, tiba-tiba berhadapan dengan wajah kematian seorang pria berstatus suami dan bapak bagi anak-anaknya, dimana suami ibu lurah menjadi aktor utama dari fragmen kisah sedih keluarga NS, dan fragmen mendebarkan pada R atas terkuaknya kisah terlarang “dua hati satu cinta”.
Namun apapun alasannya, kita tetap harus bisa menjadi orang yang peduli atas nama moral dan kebaikan hati seorang wanita yang telah ikhlas mendampingi suaminya selama ini. Terlepas dari kesalahan fatal yang telah dilakukan oleh suaminya, kita harus hargai perasaannya dengan tidak membangun narasi dan opini yang bisa membuat dia tambah terluka. dan R tetap kita doakan agar diberikan jalan terbaik atas apa yang menimpanya yang mungkin tak pernah dia harapkan berakhir seperti ini. Dan pada istri mendiang NS, dipundaknya ada anak-anak yang dia akan besarkan. Dimana mereka akan mendapati jejak digital dari keberingasan oknum yang memisahkan dia dengan bapaknya secara permanen. Kita doakan semoga tumbuh menjadi generasi-generasi bangsa yang mampu keluar dari dendam dan mengkonversinya menjadi sebuah energi positif untuk membangun keadilan dan kemaslahatan bagi umat. Dan pada kita semua, orang-orang yang disuapi berita-berita di kisah ini. Mungkin kita sebaiknya menjadi lebih arif dan bijak tanpa mengedepankan reaksi alam bawah sadar yakni dengan mencaci, membully ataupun menertawai. Karena kita semua masih berpotensi menjadi para pria/ wanita yang membentuk relasi terselubung menjadi sepasang kekasih gelap yang sedang mengikat janji terlarang pada sudut temaram sebuah cafe.

artikel ini juga telah dimuat di https://sulsel.herald.id/2022/04/19/menjaga-perasaan-bu-lurah/

By Anshar Aminullah

Lecturer Indonesia Timur University, Senior Researcher, Analyst Politic, Sociologist