Bangsa Indonesia seperti yang kita lihat sekarang ini tidaklah lahir secara instant. Dia dibangun dari sebuah peradaban masa lalu, dan perjuangan meraih kemerdekaan dengan pengorbanan jiwa raga. Dia juga dibangun dari ide dan gagasan yang luarbiasa dari para bapak bangsa. Dan itu tidak boleh memudar begitu saja

Olehnya itu sangat penting bagi kita sebuah Wawasan kebangsaan atas bangsa kita ini. Wawasan ini menjadi pemahaman mendalam mengenai bagaimana identitas original kita, sejarah bangsa, budaya asli warisan moyang kita, dan nilai-nilai yang melekat dalam bangsa ini. Sehingga perlulah kita melibatkan kesadaran akan pentingnya persatuan, keragaman, dan tanggung jawab terhadap bagaimana pembangunan negara kita ini.

Hari ini tidak sedikit generasi muda kita sibuk dengan kesibukan mereka sendiri. Bersyukurlah jika mereka masih menghafal pancasila dan UUD 45 apalagi sampai mengamalkannya. Sebab pengaruh budaya dari luar telah membuat anak muda kita seperti kehilangan jati diri. Mereka justru bangsa saat melekatkan budaya luar sebagai identitas baru mereka.

Di generasi saya yang dibesarkan dengan mata pelajaran Pendidikan Moral pancasila disertai dengan kewajiban menghafal butir-butir pancasila. Kewajiban ikut penataran P4 (Pedoman
Penghayatan dan Pemangamalan Pancasila) mrnjadi hal yang harus dilalui sebelum masuk di sekolah menengah pertama ataulun SMA di beberapa dekade terakhir tradisi itu serasa hilang dalam dunia pendidikan kita. Saya kuatir jangan sampai Pancasila dan segala hal yang berkenaan dengan sejarah bahwa ini hanya sampai sebatas bahan bacaan namun tak pernah mereka resapi nilai-nilainya.

Pengalaman di KNPI sendiri kami telah memaksimalkan setiap potensi dalam rangka merawat wawasan kebangsaan para kader kami. Dan menjadi kesyukuran sebab ratusan ribu kader yang tersebar di berbagai daerah di sulsel masih tetap setia dalam komitmen NKRI sebagai harga mati. Sebab kami yakin dan percaya hal ini akan menjadi salah satu penopang utama negeri ini akan tetap bisa dinikmati berbagai kekayaannya oleh anak cucu kita di masa mendatang.

Di tahun 2024 ini adalah tahun politik dimana pesta demokrasi bangsa kita akan berlangsung. Mestinya pesta ini menjadi tempat untuk menyatukan niatan kita semua dalam rangka memperbaiki negeri ini. Namun sepertinya ini menjadi hal sulit, sebab kita seolah disekat oleh kepentingan sesuai warna parpol usungan dan sesuai nomor urut capres dukungan.

Olehnya itu rawatlah selalu kecintaan kita terhadap Indonesia, wawasan kebangsaan kita harus tetap dijaga agar tetap mengakar dalam pikiran dan hati kita.

(Tulisan ini sebelumnya pernah disampaikan sebagai pertimbangan untuk menjadi materi di salah satu kegiatan di Kabupaten Gowa oleh ketua Kami di salah satu ormas di Sulsel)

By Anshar Aminullah

Lecturer Indonesia Timur University, Senior Researcher, Analyst Politic, Sociologist