Awal Maret 2024, publik Sulsel dikagetkan oleh ulah dua orang sepasang kekasih yang telah melakukan kumpul lebo selama dua tahun terakhir. Hasil hubungam gelap mereka pun menjadi korban dari ketidak mauan mereka untuk melakukan pernikahan sah. Janin tersebut diaborsi oleh dukun di salah satu daerah di Kota Makassar.

Maraknya Janin yg digugurkan lewat proses aborsi oleh pasangan muda-mudi tak sah memperlihatkan bahwa krisis akhlak dan tergerusnya moralitas generasi ini berada dititik memprihatinkan. Manusia tega macam apa mereka yang tak punya nurani sedikitpun.
Kasus wanita muda berinisial RS yang tega menggugurkan kandungannya yang sudah berusia 6 bulan. Menariknya karena RS ternyata sudah 2 tahun tinggal bersama berstatus kumpul kebo dengan pacarnya, IK

Kejahatan serius ini mirip-mirip jaman jahiliyah dulu. Mereka pikir itu cuman boneka apa! Kemampuan untuk berlaku jujur dan berterus terang kepada keluarga mereka atas keterlanjuran hubungan jauh memang menjadi problem tersendiri. Mereka takut ditambah rasa bertanggung jawab yang minim atas perilaku seks bebas mereka sehingga mengambil tindakan nekad menggugurkan. Menyembunyikan efek seks diluar nikah mereka ini yang selama bertahun-tahun, ini menandakan bahwa ini menjadi pola lama yang masih berbarengan dengan kebiasaan membuang dipinggir jalan bayi hasil kumpul kebo yang baru lahir oleh para pasangan tak sah.

Tentunya kita berharap dari peristiwa ini bagi para orang tua dan masyarakat kita lebih banyak mendapat pelajaran dimana alarm kewaspadaan mereka telah berbunyi keras peringatannya. Bahwa hal seperti ini tetap punya potensi terulang dan terulang, kita mesti harus punya sikap untuk meminimalisir bahkan mencegahnya lebih dini kebiasaan buruk dan tak bermoral bernama aborsi ini.

By Anshar Aminullah

Lecturer Indonesia Timur University, Senior Researcher, Analyst Politic, Sociologist