Salah satu anugerah Tuhan yang luar biasa dan tak terhingga manfaatnya bagi bangsa ini adalah Pancasila.
Dia bukan hanya hasil-hasil konseptual dari inovasi pemikiran yang selalu dikenang hingga hari ini.
Dan bukan pula hanya sebatas temporalitas subjektif dan citra pada jumlah helai bulu pada tubuh. Namun dia juga memberikan intrepretasi baru bagi konstitusi secara objek fisik dalam hukum negara ini pasca penjajahan Belanda.
Proses penulisan Pancasila dimasa lalu telah dirancang baik oleh para bapak pendiri bangsa agar tetap berjalinan erat dengan pembacaan makna kita dimasa sekarang dan tetap konsisten dalam implementasi nilai-nilainya dimasa yang akan datang.
Dengan mengamalkan setiap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, merupakan manifestasi rasa cinta tanpa syarat pada Tanah Air, dimana dalam setiap proses implementasinya menjadi energi yang dapat membangun bangsa dan negara ini menjadi lebih baik.

Setiap butir-butir pada nilai Pancasila menyatu dalam pentransformasian fase-fase tindakan kita dan menjadi tanda-tanda gestural sebagai orang bermoral dan beretika dan efeknya juga akan menggiring menjadi cermin tindakan bagi orang lain di sekitar kita.
Harus diakui bahwa masih perlu pengeksplorasian lebih jauh mengenai asumsi-asumsi ontologis Pancasila oleh generasi kita sekarang ini.
Hal ini diharapkan agar Pancasila bisa tetap berakselarasi dengan kemajuan dalam banyak aspek disetiap jamannya.
Elemen ontologis dari Pancasila juga harus bisa dimengerti oleh para pemimpin kita sebagai serangkaian pengertian yang konsisten penerapannya secara internal maupun eksternal terhadap kehidupan berbangsa kita saat ini.
Pancasila memang bukan kitab atau bahan perbandingan sebagai aturan yang ‘La Raiba Fihi’ atau tidak ada keraguan di dalamnya, sangat jauh.
Namun spirit be-Islam serta menjaga stabilitas kehidupan antar umat beragama secara gamblang telah termaktub di dalam kelima Silanya.
Selain itu, akan banyak manfaat yang diperoleh dengan mengelaborasikan nilai-nilai Pancasila saat produksi berbagai regulasi dilakukan oleh pihak yang memiliki wewenang dan kompetensi untuk hal ini.
Dan dengan hadirnya Pancasila beserta nilai-nilai inklusivitas, toleransi yang disertai semangat gotong royong, serta keberagaman yang ada, ini menjadi sebuah berkah dari langit sebagai penuntun keberagaman yang dapat dirajut menjadi ciri khas bernama “Bhinneka Tunggal Ika”.

Selamat Hari Lahir Pancasila!

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Pancasila, Berkah Langit Penuntun Keberagaman, https://makassar.tribunnews.com/2023/06/01/pancasila-berkah-langit-penuntun-keberagaman.

By Anshar Aminullah

Lecturer Indonesia Timur University, Senior Researcher, Analyst Politic, Sociologist