Masih segar dalam ingatan kita, beberapa waktu lalu saat dangdut Koplo mendadak menjadi trending topik diberbagai media sosial maupun media online. Farel Prayoga, bocah anak SD ini diundang khusus menjadi salah satu bagian hiburan dipuncak acara peringatan kemerdekaan RI ke 77 di Istana negara. Dangdut koplo tiba-tiba menjadi musik yang keren mengalahkan genre mudik manapun oleh karena momen viral ini.

Jika ditelusuri sepintas, awalnya musik genre koplo ini hanya mewakili cita rasa musik kalangan menengah kebawah. Namun lambat laung mampu memberi hiburan menarik dan pada akhirnya mendapat tempat khusus dihati masyarakat kita.

Musik Koplo menjadi begitu dinikmati oleh kaum “grass root” di Indonesia, musik ini memadukan irama gendang yang cepat yang dipadukan dengan musik melayu yang akhirnya membuat sebagian besar orang Indonesia menikmati musik ini.

Ciri khas tambahan instrumen tradisional dan bahasa Jawa dalam beberapa bait syairnya seolah menegaskan dia adalah salah satu identitas nasional kita. Ini terlihat pada beberapa waktu lalu, bagaimana para petinggi bangsa kita sangat menikmati alunan lagu dangdut koplo yang dibawakan oleh penyanyi cilik Farel. Bahkan tidak tanggung-tanggung membuat mereka ikut berjoget ria dan sanggup membuat suasana pasca upacara kemerdekaan di Istana menjadi meriah dan ikut larut dalam setiap alunannya.

Kita berharap kekayaan seni bangsa kita seperti dangdut koplo ini tetap bisa terjaga dan bisa dimainkan oleh para generasi kita di masa mendatang.

By Anshar Aminullah

Lecturer Indonesia Timur University, Senior Researcher, Analyst Politic, Sociologist